Realita dibalik cinta….

Hari ini saya merenung dan bertanya….Ada apa dibalik cinta yang kita agungkan?….Adakah pemikiran cinta adalah kebahagiaan adalah absurd?….

Jika cinta adalah kebahagiaan….Maka perlu didefinisikan apakah itu kebahagiaan….Apakah itu kebahagiaan?….Suatu perasaan positif kah?…Dalam skripsi saya saya menaruh kebahagiaan dengan 3 atribut rasa bliss (bahagia lepas dari tekanan), contentment (kepuasan) dan kebanggaan (pride)….Bliss, contentment dan pride tidak seluruhnya dapat diproduksi oleh cinta….Yang dapat diproduksi oleh cinta adalah fond dan infatuation….Namun, kedua hal ini dianggap dapat memberikan sesuatu perasaan yang sangat positif dibandingkan bahagia itu sendiri….(citation, berdasarkan penelitian di wikipedia.com)….Jadi, bahagia itu adalah perasaan positif yang mungkin berlangsung lama….

Mungkin banyak yang optimis dengan yang namanya cinta…Tapi nietzsche tidak sependapat dengan orang pada umumnya….ia berpendapat….Pencarian terhadap cinta adalah tipikal para budak yang tidak dapat berjuang untuk apa yang mereka inginkan dan karenanya, mencoba untuk memperolehnya lewat "cinta". (citation: blog ichaduma) Nietzsche berpendapat bahwa cinta adalah sebuah bentuk pelarian diri akan ketidakmampuan dirinya. Bisa dianggap benar dan ada benarnya jika cinta itu berubah menjadi suatu bentuk idolisasi….Mungkin cinta yang sebenarnya adalah cinta yang muncul bukan karena seseorang itu sesuatu….Tapi sanggupkah anda mencinta nobodies?….

(Teman saya baru saja didepak pacarnya karena menurutnya dia kurang kompeten (secara financially)…dimana teman saya masih mahasiswa yang menurut saya memang sewajarnya begitu…..Lantas, apakah wanita itu akan menyerahkan dirinya untuk orang lain yang lebih kompeten?….Munculnya rasa cinta yang dilandasi karena ketidakmampuan dirinya dalam kompetensi?)

Kemarin saya menonton Sex & The City 3rd season disc 2…Disitu diceritakan bahwa sam sakit keras…Dan karena sam adalah sex maniac dia punya banyak teman….Tapi gak satupun dari teman tersebut yang cinta padanya….Akhirnya sam pun terpaksa berbaring sakit sendirian tanpa teman….Mungkin inilah dasar cinta….Takut untuk berdiri sendiri….dan menjadi sendiri….

Jadi inget bahasan erich fromm tentang cinta masokistis (dulu gue juga pernah bikin term ini untuk diri gue sendiri….dan ternyata erich fromm telah membuat term ini puluhan tahun yang lalu….dan definisinya mirip dengan gue….Catatan penulis, penulis membuat term ini karena merasa inilah tipe dia mencintai seseorang) dan cinta Sadistis.

Cinta Masokistis adalah ketika seseorang telah menyerahkan dirinya sendiri baik itu secara integritas maupun inisiatifnya kepada orang lain. Dengan tujuan menjadi sepenuhnya tenggelam dalam manusia lain. Asal dari cinta ini adalah adanya perasaan dalam dirinya bahwa ia tidak mampu (incompetent) untuk berdiri sendiri sehingga ia lebih baik menyerahkan dirinya kepada orang lain. (Malu untuk diakui, tapi inilah tipe cinta yang selalu terjadi dalam diri saya…..Mungkin dari luar saya terlihat very competent dan omnipotent…Namun, saya tahu bahwa saya fragile dari dalam….(Masochist artinya suka untuk disiksa….Mendapat kepuasan seksual apabila disiksa)

Cinta Sadistis berasal dari keinginan manusia untuk bebas dan lepas…..Berasal dari keinginan manusia untuk mengontrol seseorang….Biasanya sado perlu maso….sulit kalo keadaannya sado dua2nya…

(Dalam hubungan gue dan tiwi….tiwi sado…gue maso…..jadinya rada pas deh tuh dalam hal sakit menyakiti….Namun, memang saya akui…sado-masochist tendenciesnya berubah2 perannya….)

Di film S&CT, dikatakan bahwa politics yang menciptakan seks….Difilm lain menyatakan bahwa cinta dengan drama adalah yang terbaik….Mungkin sesuatu yang tipikal drama akan lebih menarik dalam hidup….Sebagai contoh jelasnya hitam dan putih akan membuat drama menarik dan jelas alurnya….Mungkin manusia perlu itu….Ada banyak cerita cinta yang ketika cinta mereka ditentang justru disaat itu cinta mereka berkembang….Dan ketika cinta mereka tidak ditentang cinta mereka berubah menjadi layu…Mungkin manusia perlu drama dan politik…..

Sama halnya untuk menyatukan sebuah negara yang pecah…Diperlukan suatu ancaman yang lebih besar dari perbedaan yang menghancurkan negara tersebut agar negara tersebut dapat bersatu…..

Tapi hal ini malah menimbulkan pertanyaan buat saya…..Perlukah seseorang menderita atau menjalani sebuah peran agar menemukan cinta? Banyak dari orang yang menjadi cinta akan orang lain karena orang lain itu lebih baik dari ex-boyfriend (Penulis sendiri seringkali terjebak dalam kondisi "berawal dari teman curhat kok berubah jadi suka ke saya…ah saya bingung karena dia pacar teman saya")…..Tidak bisakah perasaan cinta muncul karena hanya cinta?….Bisakah sebuah perasaan cinta muncul karena purely tanpa eksternalitas?….Misal saya jomblo lama seketika menemukan orang yang cinta ke saya…lebih mudah memiliki tendencies untuk cinta….Bisakah sebuah perasaan cinta muncul tanpa kondisi?….Adakah unconditional love?…

Berbicara tentang kondisi dan cinta…serta eksternalitas dalam cinta…..Sering kali pula seseorang mencintai seseorang karena orang tersebut memerlukan pengakuan eksistensi yang tidak dia temukan secara internal (dalam dirinya)….Sehingga ia mencari keluar rasa sayang tersebut, rasa aman tersebut, dan rasa pengakuan eksistensi tersebut….

Apapun rasa cinta itu…..Tulisan ini saya tulis hanya sebagai wacana pemikiran dan perenungan tentang cinta itu sendiri….Karena sepertinya saya terjebak didalamnya untuk waktu yang lama….Dalam tulisan saya mungkin seakan saya menyatakan bahwa cinta itu buat loser…But believe me….and believe what Erich Fromm says….Bahwa lebih baik merasa sakit daripada tidak merasa apapun….

"Tapi, untuk menyelamatkan diri sendiri dan rasa sakit dengan menjadi tidak peduli dengan kehidupan, hanya menghasilkan rasa sakit yang lebih besar. Setiap orang yang benar-benar tertekan dapat mengatakan kepada Anda, untuk merasa sedih akan menjadi sebuah kelegaan daripada tidak mempunyai perasaan apa-apa. Kebahagiaan bukanlah hal yang penting dalam kehidupan, tapi gairah hidup. Menderita bukanlah hal yang terburuk dalam kehidupan, tapi ketidakpeduliannya."

(Erich Fromm)

PS:

Mendengar kata erich fromm saya teringat bahwa tiwi pernah berkata bahwa tidak penting untuk memiliki pasangan…Yeah, mungkin pemikiran dia bisa begitu karena dia memiliki pasangan….Sama seperti ketika orang kaya berkata bahwa harta tidak penting…..Karena, yang paling sedih itu bukan ketika kita lagi sedih….Tapi ketika kita tertawa namun tidak ada yang diajak tertawa….

She took my passion in life and to live….Yes, i am a masochist lover….

PS2:

Nisa Nis, setidaknya kita sama….Hahahahaa….i dedicate this writing Helmnya_icha to tiwi yang banyak ngajarin tentang cinta mulai dari Dsc00250edityang pure love ampe love-hate relationship , nisa yang baru aja curhat karena punya masochist tendencies dalam cinta dan ichaduma (temen lama gue di kaskus) yang memiliki pemikiran filsafat yang luas…meski dia bukan anak filsafat….banyak quotation pemikiran nietzsche dan fromm gue ambil dari icha….

I guess thats all folks….Puas gue nulis…..

Azhar 12.15AM 26 April 2006…Signing out….

Leave a Reply