Roots of all the problem is the problem. Not their derivatives!
Banyak sekali permasalahan di Indonesia ini yang sebenernya salah kaprah juga sih penyelesaiannya…..
Kita kasih contoh aja misalnya permasalahan mengenai smack down yang akhirnya tidak ditayangkan lagi….Terus terang gue bukan penggemar smack down (meski adult smack down gue suka)….Tapi gue kecewa dengan sikap pemerintah dan stasiun TV yang seakan lepas tangan (mungkin angkat tangan) dalam masalah ini dengan hanya mencabut acara smack down dari TV….Padahal kan banyak juga acara lain yang berbahaya meski berbahaya secara laten….Seperti sinetron2 yang makin sekarang makin tidak disensor bicaranya…..LAlu film kartun seperti tom & jerry yang menunjukkan kekerasan….Atau apalah yang kerjaannya kena siksa molo itu (bawang merah bawang putih kalo gak salah)….(sori, penulis gak banyak nonton tv jadi gak terlalu update dengan masalah ini sebenarnya)
Padahal kan akar dari semua masalahnya itu….."anak kecil tidak mengerti apapun tentang smack down"….bukannya smack down adalah tontonan berbahaya…..Kalau masalah sebenarnya adalah itu, yang perlu dilakukan adalah edukasi sebenarnya….Dan bukan pencabutan tayangan smack down….
Seperti contoh orang jepang yang memiliki conscience (hati nurani) untuk menaruh tulisan…"Please watch TV in brightly room and not too close"….Ato tayangan di amerika yang biasanya di awali dengan…."Do not reenact the stunts because it is dangerous"……Atau seperti di game balapan Need For Speed yang diawali dengan seorang wanita cantik berbicara mengenai tidak bolehnya melakukan balapan di jalan biasa….
Kenapa tidak kali ini…..Stasiun TV sebelum ada yang cedera mulai memberikan peringatan tersebut?…..Atau setidaknya orang tua yang peduli dengan anaknya memberikan peringatan tersebut….Kenapa semuanya harus diambil dengan keputusan yang terlalu rash dan hanya akan berdampak mengulangi kesalahan apabila ada lagi tayangan mirip yang serupa namun tidak diberi nama "Smack Down"….
Pusing gue ama negara ini…..semuanya tanggung dan salah kaprah…..Mulai dari police enforcement….Terus bussway yang ternyata tidak efektif tapi ngabisin duit milyaran….Penegakan korupsi yang gak jelas…..Sampe cuma hal kecil seperti ekspor coklat yang tidak memberikan added value…sama kaya jamannya kita dijajah dulu ama belanda….
Gebleg….Bego kok dipelihara…..
PS:
Jangan salah kan cinta….
Salahkan dirimu yang bodoh…..
Dan berhenti katakan dia menyebalkan…..
Karena kau yang memilih bukan untuk bersamaku…..
Goblog….Bego kok dipelihara…..
PS2:
"Why the next sentence of "You are a good guy" is not "Let’s start dating"?
"But after reaching age 35 years a women that finding a good guy will saying, "You are a good guy, Let’s get married"
"Heeee, ore wa debut wa san jyu go ka? (I will only success after 35 years old)" (Trans note : Tapi dia menggunakan kata debut, yang artinya dia bakal pertama kali jadian umur 35. Di jepang saat ini kata debut digunakan ketika penyanyi baru mengeluarkan album "debut album"….dalam kasus dia "debut dating"….)
-Orange Days-
Gebleg…..Bego kok di-……..(errr….rasanya dejavu)….hehehe….

December 18th, 2006 at 10:32 pm
Karena tingkat pendidikan di Indonesia masih setingkat cacing (cacing hidup di bawah tanah, gak bisa lihat cahaya matahari, jadi gak tercerahkan ^_^), sekedar peringatan atau rating (misal ‘dewasa’, ‘bimbingan ortu’) gak akan berpengaruh.
Tapi, untuk orang2 yang berkecimpung di industri dan peemrintahan, masalahnya adalah bukan pada mereka salah kaprah atau goblog. Yang lebih berbahaya adalah karena mereka pinter Zhar..mereka pinter memanfaatkan ornag lain dan memperkaya diri mereka sendiri.
Jangan kira orang2 TV Nasional itu gak mengira kasus ’smack down’ akan terjadi. Mereka orang2 pendidikan tinggi (begitu juag orang pemerintahan kita, katanya sih), banyak yang lulusan luar negeri, beberapa diantara mereka dosen gue di kampus.
Terus kenapa acara buruk terus muncul? karena itu mendatangkan UANG untuk mereka. Mereka sebenarnya tahu konsekuensinya, tapi gak bisa menolak keuntungan yang akan datang
Keinginan hidup nyaman dan enak kayaknya gak pernah habis dan pupus, walaupun itu artinya meluaikai dan membahayakan ornag lain…
Bangsa Indonesia itu bangsa feodal, yang kaya minta dihormati, yang lebih tinggi jabatannya minta disanjung, yang miskin diinjek terus, yang miskin terpana terus sama yang kaya dan tinggi jabatannya, makanya he-eh ja diinjek terus…karena kita bangsa mistis dan feodal…
Kasian orang-orang yang hidup di Indonesia. Jaman semakin maju, keadaan kita malah makin terpuruk…belum lagi bicara soal utang2 kita keluar negeri…(semakin sering kita belanja barang impor kita semakin memperkaya si pemberi hutang, sementara, barang impor emang makin lama makin murah..pemerintah terdesak soalnya…semuanya gara2 salah kaprah memahami sistem kapitalisme sih…)
December 18th, 2006 at 11:02 pm
Hmm….waktu gue ngomong goblog itu…maksud gue untuk orang diatas yang tertinggi….bukan yang dibawah….
Bos dari segala bos yang membiarkan “orang2 pintar” dibawahnya beraksi…
December 26th, 2006 at 5:20 am
tapi orang miskin juga kan kbantu ma orang pinter. buktinya kl sakit mreka ke orang pinter. dokter mahal….
PS: maap, otak lagi ngawur. blame mr. johny ;p