
Shiina Ringo, nama yang sudah dikenal oleh dunia sebagai salah satu wanita muda berbakat dalam musik yang sering kali mengguncang dunia permusikan jepang dengan gebrakan-gebrakan musik unik namun sangat indahnya. Meski begitu, wanita satu ini sangat bersih dari gosip bahkan media sangat jarang sekali memasukkan artikel mengenai kehidupan pribadi Ringo.
Shiina Ringo lahir pada tanggal 25 November 1978 dengan nama Shiina Yumiko. Memiliki kakak Shiina Junpei yang juga seorang musisi dan pernah dua kali muncul dalam album solo Shiina Ringo dimana salah satunya ia menyanyikan lagu Marvin Gaye bersama Ringo. Karena pengaruh kakaknya yang mulai belajar menjadi pianist, bapaknya yang pecinta musik jazz dan classic serta pengaruh dari ibunya yang merupakan penari ballet. Shiina Ringo mulai mempelajari itu semua sejak umur 5 tahun.
(this is taken from her video clip)
Ketika lahir, Shiina Ringo memiliki kelainan esophagus (jalur makanan antara kerongkongan dan lambung). Sehingga makanan tidak dapat dicerna oleh Ringo dengan baik mengakibatkan ia harus beberapa kali di operasi untuk mengatasi penyakitnya. Operasi ini mengakibatkan bekas luka pada punggungnya yang seakan-akan ada sayap malaikat yang dicabut dari punggung Ringo. Dan karena penyakit ini juga Ringo tumbuh dimanjakan oleh orang tuanya. Dibelikan segala yang diinginkan dan sangat dituruti kemauan dari shiina.
Sebagai anak kecil, shiina ringo merupakan orang yang sangat pemalu dan seringkali mukanya berubah menjadi merah jika ia berada di depan kelas dan berhadapan dengan orang lain. Inilah yang membuat orang menjulukinya ringo (apel merah) dan akhirnya menjadi star name dari Shiina Yumiko yaitu Shiina Ringo. Saat itu mungkin mereka tidak tahu, bahwa anak kecil pemalu itu nantinya akan mengguncang jepang dengan performance diatas panggungnya.
Minatnya pada penciptaan lagu dimulai dari ketika ia berumur 15 tahun dan menciptakan musik yang nantinya kita kenal dengan nama “Aozora/Blue Sky” untuk drama di sekolahnya. Shiina Ringo saat itu masih menjadi pemain drum di band-band di kotanya fukuoka. Pada umur 17 tahun (1995) ia dan bandnya Marvelous Marble berhasil menempat juara kedua pada Yamaha Teen Music Awards. Di tahun berikutnya ia berhasil memenangkan Music Quest Japan Award dengan lagunya “Koko de kiss shite/Kiss me here” yang setelahnya merupakan salah satu singlenya yang sangat laku disebut sebagai the best japanese love songs ever.
(ini cover album shiina ringo…Muzai Murotarium, Shouso Strip, Utaite Myori, Kazuki Zamen Kuri no Hana)
Dua tahun setelah kemenangannya di Music Quest Japan di tahun 1998, ia berhasil mendapatkan kontrak dari Toshiba EMI, dan mengeluarkan album pertamanya Muzai Murotarium. Pada album ini kita mengerti bahwa Ringo memiliki gaya bernyanyi yang unik dengan menekan huruf R yang ia nyanyikan. Album ini meskipun bukanlah salah satu album breakthrough yang berbeda, namun album ini memiliki lagu-lagu yang enak didengar. Sehingga album ini membuat Shiina mendapatkan banyak fans dan memenangkan Best Rock Album of the year dari Japan’s Golden Disc Award.
Di tahun 2000 sebuah album membuat Shiina Ringo menjadi sangat terkenal. Membuatnya muncul dari sebuah interview ke interview lainnya. Sebuah album yang sangat berbeda dengan musik yang ada di jepang. Sebuah gabungan antara musik rock, musik elektronik dan musik jazz. Sebuah album yang terjual mencapai 2juta kopi dalam waktu yang singkat dan memenangkan best album of the year dan best rock album of the year dari Japan’s Golden Disc Award. Album tersebut bernama Shouso Strip yang merupakan album kedua Ringo. Dalam sebuah interview, ia mengakui seberapa stressnya ia karena ketenaran yang dihasilkan oleh album kedua ini dan ia belum siap untuk sesukses itu di umur 22 tahun. Setelah keadaan mereda dari ketenarannya di album Shouso Strip, ia memutuskan untuk menikahi gitaris dari bandnya, Yayoshi Junjii, dan memutuskan untuk vakum dari karir musik untuk sementara waktu.
Tidak lama kemudian, setelah 14 bulan menikah dan memiliki anak, Ringo bercerai dengan suaminya. Dan kembali lagi mengeluarkan album yang berjudul Utaite Myori/Singer’s Luck di tahun 2002. Album yang dikeluarkan shiina ini memang tidak memiliki materi baru, bahkan di album ini shiina melakukan cover untuk banyak musisi. Album sebanyak 18 lagu ini terdiri dari cover untuk lagu mulai dari lagu jazz (autumn leaves), lagu tradisional (german dan jepang), lagu klasik (chopin’s waltz), sampai lagu pop sepanjang masa di jepang dan internasional seperti The Beatles, The Carpenters, Marylin Monroe dan banyak lagi.
Di Album ini Shiina Ringo tidak semerta-merta menyanyikan lagu-lagu cover tersebut. Meski ia menyanyikan lagu cover, banyak lagu yang diubah baik secara lirik dan aransemen. Sebagai contoh lagu More dari Andy Williams diubah menjadi lagu elektronika, lagu autumn leaves diubah lyricnya menjadi bahasa inggris dan prancis dan banyak lagi lagu-lagu yang diubah olehnya. Dan di album ini, Shiina Ringo menunjukkan kepiawaiannya dalam berbahasa Prancis, Jerman, Inggris dan bahkan Portugis. Banyak yang terkejut dengan bahasa Inggris Shiina yang sangat baik, namun sebenarnya Shiina pernah tinggal di London selama 6 bulan hanya untuk belajar theater dan bahasa Inggris.
Meskipun album Utaite Myouri tidak memiliki bahan yang baru, namun album ini berhasil mencapai peringkat tertinggi didalam chart. Menurut saya hal ini dikarenakan pilihan lagu, aransemen yang unik, dan juga artis pendukung yang baik seperti Utada Hikaru yang juga turut meningkatkan nilai dari album ini.
Album terakhir yang dikeluarkan oleh shiina ringo yang berjudul Karuki Zamen Kuri no Hana/Chalk, Semen, Chestnut Blossom ini adalah album yang sangat breakthrough. Dengan menggunakan ribuan sampel dan alat musik dan tentu saja budget yang sangat besar, akhirnya shiina berhasil membuat album yang sangat diimpikannya. Ia mengatakan dalam interview bahwa ia menunggu-nunggu saat ini dimana ia memiliki sumberdaya dan crew yang cukup untuk membuat album impiannya. Album ini sangat terasa klasik, terasa surreal ketika mendengarkannya, tradisional, jazz dan sedikit rock.
Meskipun lagu-lagu yang diusung oleh Ringo dalam album ini sangatlah tidak pop. Namun, lagu ini berhasil menjual 400.000 kopi. Ringo mengatakan bahwa ketika ia membuat lagu ini, ia ingin membuat sesuatu mainstream baru karena menurutnya J-Pop yang ada sekarang ini sangatlah aneh dan artificial.
(ringo after removing her mole)
Setelah mengeluarkan album ini, di ulang tahunnya ke 25 pada tanggal 25 November 2003 ia mengeluarkan single yang berjudul Ringo no Uta (Apple’s Song) yang pada Video Klipnya menunjukkan gabungan dari beberapa Video Klip dari Ringo sebelumnya. Lalu, ia menghilangkan tahi lalat dekat hidungnya dan menutup lembaran solo dalam karirnya dan membuat band bernama Tokyo Jihen. Dan akhirnya single ini muncul pada track pertama dari album pertama tokyo jihen.
(ringo new cover single)
Namun, pada tanggal 11 November 2006 kemarin Shiina Ringo muncul kembali dan mengeluarkan single eksklusif hanya melalui i-tunes japan berjudul Karisome Otome feat Soil & PIMP. Single baru yang sangat kental akan jazz swing ini akan dijadikan musik dalam film Sakuran/Chaos dimana Shiina Ringo menjadi Music Director untuk film tersebut. Dan pada tanggal 17 Januari 2007 nanti ia menjadwalkan untuk mengeluarkan single terbarunya “Kono yo no Kagiri/The limits of this world” dimana didalamnya juga terdapat lagu “Karisome Otome”.
Awal baru dari Shiina Ringo ini tentu menarik untuk kita semua perhatikan. Sebab dia banyak sekali merevolusi musik jepang dan banyak orang dengan musiknya. Pada tanggal 21 Februari 2007 ia akan kembali mengeluarkan album solo-nya yang berjudul Heisei Fusoku/Heisei Sex Industry. Jangan terlambat untuk memperhatikan revolusi selanjutnya dari musik jepang.
-Written for musiklopedia.com at the beginning of january 2007, but then the site went to hiatus like cielers.com because of the same condition before the article went out-